Skip to content

Arang dari Batok Kelapa

Maret 21, 2011
Salah satu usaha kreatif yang saya amati di kota tempat tinggal saya adalah membuat arang dari batok kelapa asli randudongkal.
Tujuan pembuatan arang batok kelapa ini adalah dengan naiknya harga minyak tanah dan semakn langkanya minyak tanah para pedagang yang menggunakan minyak tanah sangat sulit untuk menjual makananya nah.. hal itu di manfatkan oleh bapak pembuat arang dari batok kepala,,,,,eh..eh kelapa).
Didalam usaha ini si pemilik usaha sangat jeli menemukan peluang usaha dengan memanfatkan limbah dari batok kelapa yang tidak ada gunanya sama sekali menjadi bernilai uang .

dibawah ini adalah proses produksi yang dilakukan:

  • 1.Bahan baku tempurung kelapa dikeringkan sehingga pembakaran lebih cepat tanpa asap mengepul. Bersihkan dari sabut, pasir, dan kotoran lainnya. Potong tempurung 2,5 cm x 2,5 cm agar dapat mengisi drum lebih banyak dan matang seragam. Setiap drum menampung 80 kg.
  • 2.Letakkan kayu atau bambu berdiameter 10 cm dan panjang 1 m di tengah drum sebagai lubang pemasukan umpan bakar seperti daun-daun kering, ranting-ranting kayu atau percikan minyak tanah. Lantas, isikan tempurung kelapa hingga penuh. Kayu di tengah drum dicabut perlahan-lahan.
  • 3.Bila api terus menyala, tutup drum dan pasang cerobong asap. Buka lubang udara terbawah di badan drum sedangkan dua lubang udara di tengah dan di atas ditutup dengan asbes atau tanah liat.
  • 4.Seiring dengan waktu, pembakaran, bahan baku berkurang, maka tambahkan arang dari bagian atas drum. Pengarangan di bawah (dasar drum hingga lubang bawah) selesai jika terlihat bara merah. Tutup lubang udara bawah dan buka lubang udara tengah. Kini giliran bahan baku di bagian tengah yang terbakar. Ulangi prosedur ini sampai lubang udara bagian atas yang dibuka untuk pembakaran bahan baku di bagian atas.
  • 5.Proses pengarangan selesai ketika asap dari cerobong tidak pekat dan berwarna kebiru-biruan. Biasanya berlangsung 6-7 jam tergantung kadar air tempurung dan kuat lemahnya tiupan angin. Tutup semua lubang udara dan cerobong asap.
  • 6.Untuk pendinginan, drum harus dalam keadaan hampa udara. Jika tidak, arang menjadi abu karena api terus bekerja. Gunakan tanah atau pasir sebagai penutup di bagian atas. Diamkan selama 6 jam.
  • Keluarkan arang dari drum. Bersihkan arang dari abu dan arang yang belum matang . Arang yang matang terlihat mengkilap hitam bersinar jika dipatahkan.

    Demikian pengamatan usaha kreatif dari desa randudongkal semoga menjadi pemicu bagi desa – desa yang lain untuk menciptakan lapangan usaha yang lebih kreatif…….

    From → Tugas Mandiri

    Tinggalkan sebuah Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: