Skip to content

Pemalang

“KHAMIR ARAB”

Kalau berkunjung ke kota Pemalang, jangan lupa mencicipi jajanan khas Pemalang berupa kue Khamir.  Salah satu kudapan yang pantang dilewatkan “kue khamir” atau ada yang menyebut dengan kue shamir.  Biasanya kue ini dibuat oleh masyarakat keturunan Arab yang berdomisili di daerah Kelurahan Mulyoharjo yang dikenal juga dengan sebutan Kampung Arab.  Salah satunya adalah Ny. Chamidah (56) yang sudah membuat kue kue ini selama 20 tahun.

Chamidah membuat dua jenis khamir. Ada khamir beras dan khamir terigu. Namun Chamidah lebih banyak membuat khamir terigu yang lebih tahan lama. “Kalau khamir beras biasanya lebih sedikit dan berdasarkan pesanan,” Jelasnya.

Khamir terigu dibuat dari tepung terigu, ragi, mentega, dan gula. Adonannya diinapkan selama satu malam hingga mengembang. Adonan yang sudah siap lalu dipanggang diatas loyang dengan cetakan berbentuk bulat. Setiap loyang berisi 4 cetakan.  Sebelum digunakan, loyang sudah diberi sedikit minyak yang dibuat dari campuran minyak kelapa sehingga aromanya semakin harum.  Dalam 3 – 5 menit, khamir pun matang dan siap dijual.  Per buah dibandrol dengan harga Rp.900,- saja.

Sedang khamir beras dibuat dari tepung beras, santan, dan gula.  Proses pembuatannya kurang lebih sama.  Namun hasilnya sedikit berbeda.  Penampilan bagian atas khamir beras lebih mengkilat dan licin.  Sementara bagian bawahnya agak kecokelatan karena terpanggang dengan pola karamelisasi.  Namun rasanya lebih gurih karena mengandung santan.  Sayangnya, khamir beras hanya bertahan selama satu hari.  Sedangkan khamir terigu bisa mencapai 4 hari sehingga lebih banyak yang memilihnya sebagai oleh-oleh.

Khamir buatannya banyak dijajakan di toko-toko kue kota Pemalang.  Namun jika ingin yang fresh dan panas dari panggangan, Anda bisa datang ke toko sekaligus rumah produksinya yang terletak di Jl. Semeru, Mulyoharjo.  Lokasinya tepat dibelakang Masjid An-Noor di kampung Arab telpon (0284) 321579.  Disinilah proses pemanggangan kue berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 sore.  dalam sehari, Chamidah mengaku membutuhkan 50 kilogram terigu untuk dibuat khamir yang gurih ini.***

 

Image “GROMBYANG”

Makanan khas Pemalang ini banyak terdapat di sepanjang Jalan R.E. Martadinata, dan seputar alun-alun Kota Pemalang. Ramuan Grombyang terdiri dari nasi, irisan daging kerbau dan kuah, disajikan dalam mangkuk kecil dilengkapi sate kerbau. Nama Grombyang berasal dari bentuk penyajian makanan ini, antara isi dan kuah lebih banyak kuahnya sehingga kelihatan grombyang-grombyang (goyang-goyang).

Tidak diketahui dengan pasti kapan makanan khas ini mulai diciptakan. Namun, menurut penuturan para orang tua di Pemalang, makanan khas Grombyang sudah ada sejak tahun 1900-an. Pada waktu itu penjual Grombyang menjual dagangannya tidak menetap seperti sekarang tetapi berkeliling kampung.

Ciri khas Grombyang terletak pada tempat jualannya berupa kulai besar, tempat nasi ditutupi dengan kain merah, dan penerangan remang-remang dengan lampu templok. Ciri lainnya, pembeli menikmati hidangan dengan duduk di dingklik (kursi kecil pendek). Selain Grombyang masih ada jenis makanan khas lainnya seperti Sate Loso dan Kupat Dekem yang dapat dijumpai di Jalan R.E. Martadinata dan seputar alun-alun Kota Pemalang.
Jika Anda ke Pemalang dan bertanya apa makanan khas kota ini, pasti salah satu jawabannya adalah Grombyang. Ya, Grombyang memang makanan khas kota Pemalang. Berikut ini saya tuliskan resep dan teknik know how membuat Grombyang.

Nahhh klau anda pingin nyoba buat sendiri dirumah ni saya bagikan resepnya dibawah ini…

Bahan:
500 gram daging sandung lamur, dipotong kotak2 cm
50 gram kelapa setengah tua, dikupas lalu diparut kasar
3 sendok makan taoco
2 lembar daun salam
3 batang serai, dimemarkan
1500 ml
5 sendok makan bawang goreng
Bumbu halus:
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah kluwek diambil dagingnya
1 sendok makan + 2 sendok teh garam
3 sendok teh gula merah

Cara membuat :
1. Sangrai kelapa parut hingga kecokelatan, sisihkan.
2. Rebus daging, taoco, daun salam, serai, kelapa sangrai, dan bumbu halus.
3. Masak sampai bumbu meresap dan daging lunak.
4. Sajikan dengan bawang goreng.
Untuk 6 porsi

3 Komentar
  1. oeenak tenaaann…habis makan gromyang kayak baru lari 10 km kemprinet…masuk angin langsung sembuh….

    • pokoke maknyusssssssssssssssss………,,,,,,,,,

  2. mantab……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: